Senin, 24 Desember 2012

SIFAT-SIFAT FISIKA DAN KIMIA



Senin, 24 September 2012
I.      Tujuan Praktikum
1.       Mengamati beberapa logam dan nonlogam
2.       Menentukan titik didih metanol dengan cairan lain
3.       Menentukan apakah suatu senyawa padat larut atau tak larut dalam air
4.       Menentukan paakah suatu cairan bercampur dengan air atau tidak
5.       Menentukan apakah suatu zat mengalami perubahan fisik atau kimia
II.    Teori
Salah satu cara kita menggolongkan materi adalah berdasarkan sifat-sifat fisika atau kimianya. Sifat-sifat dapat dibagi atas dua golongan yaitu serbasama (homogen) dan serbaneka (heterogen). Materi serbasama mempunyai sifat fisika dan kimia yang tetap tanpa memandang banyak yang diperiksa. Materi serbaneka tidak mempunyai sifat-sifat yang tetap. Bila gula dan garam dicampur dapat terlihat serbasama. Tetapi campuran tersebut berupa serbaneka karena masing-masingnya mempunyai sifat-sifat fisika dan kimia yang sangat berbeda.
                Sifat-sifat fisika merupakan sifat zat yang dapat diukur atau diamati tanpa senyawa mengalami perubahan komposisi. Sifat-sifat fisika sangat banyak macamnya. Sifat-sifat fisika yang terpenting diantaranya adalah wujud (padat,cair, atau gas), warna, densiti, bentuk cristal, titik leleh, titik didih, hantaran listrik, kelarutan, kekerasan, dan lain-lain. Bau dan rasa juga termasuk sifat fisika walaupun diperlukan reaksi kimia untuk mengamatinya.
Sifat-sifat kimia adalah sifat yang diukur atau diamati bila zat mengalami perubahan komposisi, dimana harus berlangsung reaksi kimia. Besi berkarat, kayu terbakar, hidrogen meledak, dan uranium meluruh secara radioaktif merupakan contoh-contoh perubahan kimia. Perubahan kimia selalu diikuti oleh perubahan energi. Perubahan kimia diamati seoerti pembentukan gas, pembentukan senyawa sulit larut, perubahan warna, dan perubahan suhu.
III.  Alat dan Bahan
Alat     : - Gelas piala 400ml dan 250ml
-  Termometer
-   Cawan penguap
-   Tabung reaksi
-   Batu didih
-   Kawat kasa
-   Penjepit dan estandar
-   Tutup gabus
Bahan : - Botol-botol kecil berisi aluminium, magnesium, raksa, belerang, dan seng
-  Metil alkohol, CH₃OH
-  Cairan sampel
-   Iod, I₂
-  Sukrosa, C₁₂H₂₂O₁₁
-  Kawat tembaga, Cu
-  Amonium dikromat, (NH₄)₂Cr₂O₇
-  Kalium dikromat, K₂Cr₂O₇
-  Natrium karbonat, Na₂CO₃ 0,5M
-  Natrium sulfat, Na₂SO₄ 0,1M
-  Asam klorida encer, HCl 6M
-  Natrium nitrat, NaNO₃ 0,1M
-  Timbal (II) nitrat, Pb(NO₃)₂ 0,1M
-  Kalium iodida, KI 0,1M
IV. Cara Kerja
Pengamatan sifat-sifat fisika
Botol-botol yang berisi unsur aluminium, magnesium, raksa, belerang, dan seng diamati
1.    Titik didih
a.       Gelas piala 400ml diletakkan diatas kasa. Air 300 ml dimasukkan kedalam gelas piala dan didihkan. Pemanas dimatikan. Etil alkohol 2ml dan sebutir batu didih dimasukkan kedalam tabung reaksi. Tabung reaksi dimasukkan kedalam gelas piala berisi air, lalu termometer dimasukkan kedalam tabung reaksi sampai 1cm di atas oermukaan alkohol. Alkohol dibiarkan mendidih beberapa menit. Setelah ada kondesat menetes dari ujung termometer, catat suhunya
b.    Titik didih cairan tugas ditentukan dengan cara yang sama dan catat nomer kode cairan tugas
2.    Kelarutan
Air suling 5ml (¼ tabung) dimasukkan kedalam dua tabung reaksi. Sebutir kristal iod dimasukkan kedalam tabung pertama dan kristal sukrosa dimasukkan kedalam tabung kedua dan dikocok beberapa menit. Senyawa yang larut dan tidak larut kemudian dicatat
3.    Pencampuran
Air 5ml dimasukkan kedalam masing-masing dua tabung reaksi. Beberapa tetes metil alkohol dimasukkan kedalam tabung oertama dan beberpa tetes mil alkohol dimasukkan ke dalam tabung kedua. Kocok sebentar dan diamati cairan yang saling bercampur dan tidak
Pengamatan sifat-sifat kimia
1.    Pemanasan unsur
a.       Sepotong kawat tembaga dipanaskan sampai merah, kemudian didinginkan. Perubahan fisika dan kimia yang terjadi kemudian diamati
b.      4 butir kristal iod dimasukkan kedalam gelas piala kering dan cawan penguap. Gelas piala diletakkan diatas kasa dan dipanaskan sampai iod pindah kedasar cawan penguap. Perubahan fisika dan kimia yang terjadi kemudian diamati
2.    Pemanasan senyawa
Kristal amonium dikromat sebesar kacang kedelai dimasukkan kedalam tabung reaksi pertama dan kalium dikromat dimasukkan kedalam tabung reaksi kedua. Tabung dipanaskan pelam-pelan. Perubahan fisika dan kimia yang terjadi kemuadian diamati
3.    Reaksi larutan
a.    Natrium karbonat dan natrium sulfat 2ml dimasukkan kedalam tabung terpisah. Beberapa tetes asam klorida encer dimasukkan kedalam masing-masing tabung. Perubahan fisika dan kimia yang terjaid kemudian diamati
b.    Natrium nitrat dan timbal nitrat 2ml dimasukkan kedalam 2 tabung. Beberapa tetes kalium iodida ditambahkan kedalam masing-masing tabung
V.   Hasil Pengamatan
Unsur
Pengamatan
Al
Pipih, berbentuk koin, berwarna silver, ringan, kuat
Mg
Bebentuk serbuk berwarna abu-abu
S
Berbentuk serbuk, berwarna kuning, berbau
Zn
Berbentuk serbuk, berwarna seperti semen
A.      1



  2. Titik didih
 Suhu etanol selalu dibawah 100˚C karena termasuk volatil
3. Kelarutan
Kristal sukrosa : larut dan bersifat kovalen polar
  Sukrosa           Glukosa                      Fruktosa
Kristal iod         : Bercampur, karena didasar tabung reaksi masih terdapat iod tetapi warna larutan berubah menjadi jingga, bersifat non polar
B.      1. a. Tembaga menjadi panas, berwarna kemerahan, termasuk reaksi  fisika
b. Terbentuk  gas berwarna ungu dan gas tersebut semakin lama semakin pekat, termasuk reaksi kimia
2. K₂Cr₂O₇ : reaksi yang berlangsung bersifat basa sehingga bersifat sebagai oksidator, warna orange berubah menjadi hitam dan tidak menghasilkan zat baru
3. a.
Terbentuk gelembung gas CO₂
Terbentuk endapan
b.
                         Tidak ada perubahan secara fisik
Warna menjadi kuning, terbentuk endapan, terdapat sedikit  gelembung
VI. Pembahasan
Dari hasil praktikum minggu ini mengenai sifat fisika dan kimia, praktikan dapat mengetahui sifat-sifat fisika yang dapat diukur dan diamati seperti wujud, warna, densiti, titik didih, dll dan juga sifat kimia yang dapat diamati bila zat mengalami perubahan komposisi, seperti besi yang berkarat dan kayu yang terbakar.
Praktikan juga dapat mengamati bentuk dan sifat dari aluminium yang pipih dan berwarna silver, magnesium yang berbentuk serbuk berwarna abu-abu, zink yang berbentuk serbuk berwarna abu-abu, dan sulfur atau belerang yang berbentuk serbuk berwarna kuning dan berbau.
Mengenai titik didih etanol, etanol bersifat volatil atau mudah menguap, itulah yang menyebabkan praktikum mengenai titik didih etanol tidak mencapai 100˚C melainkan hanya mencapai 75-80˚C.
Tidak semua zat dapat larut dengan pelarutnya. Kristal sukrosa dapat larut dalam air dan menghasilkan C₆H₁₂O₆, yaitu glukosa dan fruktosa, tetapi kristal iod tidak dapat larut dalam air, hanya terjadi perubahan warna larutan menjadi jingga namun didasar tabung reaksi terdapat endapan iod. Kristal iod tersebut bersifat non polar sehingga tidak dapat larut dalam pelarut.
Like dissolve like, yaitu polar akan larut dengan polar dan nonpolar akan larut dengan nonpolar. Etanol dan metanol termasuk polar dan larutan tersebut larut dalam air.
Perubahan warna  tembaga menjadi merah setelah dipanaskan termasuk perubahan fisika. Iod yang dimasukkan kedalam gelas oiala dan diber es batu pada cawan penguap dan dipanaskan akan terbentuk gas berwarna ungu, dan ketika api dipadamkan, reaksi terjadi semakin cepat dan gas berubah menjadi semakin ungu.
Natrium karbonat yang ditetesi asam klorida 5 tetes akan menghasilkan NaCl dan H₂CO₃ dan natrium sulfat yang ditetesi asam klorida akan menghasilkan 2NaCl dan H₂SO₄ dan keduanya tidak melakukan perubahan secara fisik.
VII.    Kesimpulan
-          Logam dan nonlogam yang diamati dapat melakukan perubahan fisika dan kimia
-          Titik didih etanol sebersar 75˚C karena bersifat volatil
-          Senyawa padat seperti sukrosa dapat larut dalam air, sementara iod tidak dapat larut dalam air, hanya dapat bercampur saja
-          Suatu cairan seperti etanol dan metanol dapat larut dalam air danjuga bersifat polar
-          Zat seperti Na₂CO₃ dan Na₂SO₄ mengalami perubahan fisik sedangkan NaNO₃ dan PbNO₃ mengalami perubahan kimia
VIII.  Daftar Pustaka
Nurhasni dan Yusraini.2012.Penuntun Praktikum Kimia Dasar 1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Sifat-sifat fisika dan kimia
http://www.belajarmudahkok.wordpress.com pada 26/09/12 pukul 20.30

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Loading...