Senin, 24 Desember 2012

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATURIUM KIMIA DAN PENGGUNAANNYA



Senin, 17 September 2012
I.      Tujuan Praktikum
1.       Mengenal alat-alat laboraturium kima;
2.       Mengetahui fungsi dan cara menggunakan alat-alat kimia yang ada di laboraturium
II.    Dasar Teori
Berikut ini akan diperkenalkan alat-alat sederhana yang biasa dipakai dalam praktikum kimia :
1.       Tabung Reaksi
Terbuat dari gelas (kaca) dan dapat dipanaskan. Dipakai untuk mereaksikan zat kimia dalam jumlah sedikit
2.       Pipet
·         Pipet tetes (pasteur) digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit
·         Pipet ukur digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan memiliki ukuran yang berbeda
·         Pipet gondok, dibagian pipet ini ada yang membesar dan ujungnya runcing, digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan mempunyai presisi yang tinggi
3.       Gelas Ukur
Terbuat dari gelas (kaca) mempunyai skala dan terdiri dari berbagai ukuran, gunanya untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cairan
4.       Corong
Terbuat dari gelas, bisa digunakan untuk menyaring larutan, bisa dipakai pada waktu memasukkan cairan kedalam suatu tempat yang mulutnya sempit, seperti botol, labu ukur, dll
5.       Gelas Arloji
Terbuat dari gelas, gunanya untuk menimbang zat yang berbentuk kristal dan juga menutup bejana lain pada waktu pemanasan dan untuk menguapkan suatu cairan
6.       Gelas Piala
Digunakan sebagai tempat melarutkan suatu bahan kimia padat dan dapat dipakai untuk memanaskan larutan kimia, menguapkan solven/pelarut serta untuk memekatkan
7.       Labu Ukur
Terbuat dari gelas, mempunyai berbagai ukuran. Digunakan untuk membuat larutan standar  atau pengenceran dengan volume yang tepat
8.       Erlenmeyer
Digunakan untuk zat yang akan dititrasi, kadang-kadang digunakan untuk memanaskan larutan
9.       Buret
Terbuat dari gelas, mempunyai skala dan kran. Digunakan untuk melakukan titrasi. Zat yang dipakain untuk mentitrasi ditempatkan dalam buret dan dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui kran, volume zat yang dipakai dilihat pada skala
10.   Batang Pengaduk
Terbuat dari gelas, digunakan untuk mengaduk campuran/larutan zat-zat kimia pada waktu melakukan reaksi-reaksi kimia, dapat juga digunakan untuk menolong pada saat menuangkan cairan pada proses penyaringan
11.   Borol Semprot
Terbuat dari plastik, digunakan sebagai tempat penyimpanan air untuk mengeluarkan cairan dalam jumlah terbatas dan juga untuk membersihkan dinding-dinding bejana dari sisa endapan
12.   Timbangan Analitik
Digunakan untuk menimbang bahan-bahan kimia padat atau cair tetapi tidak digunakan untuk menimbang bahan kimia panas
13.   PH Meter
Digunbakan untuk menentukan PH larutan sampel. Sebelum dilakukan pengukuran PH sampel, PH meter harus dikalibrasi dulu dengan buffer standar yaitu buffer PH 4 dan PH 7
14.   Penanggas Air
Digunakan untuk memanaskan larutan yang tidak boleh dipanaskan secara langsung, alumunium sebagai tempat air didihkan. Pemanasan ini menggunakan wadah yang terbuat dari kaca, memanaskan larutan didalam tabung reaksi harus menggunakan penjepit tabung reaksi. Hati-hati jangan sampai larutan keluar dari tabung reaksi saat memanaskan
III.  Alat dan Bahan
Alat      : Gelas Ukur, pipet, erlenmeyer
Bahan : Aquadest, HSO pekat, MgO padat
IV. Cara Kerja
1.       Prosedur Pengenceran
-          Aquadest 10ml diambil dengan gelas ukur
-          HSO pekat diambil 5ml dengan pipet ukur 5ml
-          HSO dituang kedalam labu ukur yang berisi aquadest tersebut
-          Perubahan panas diamati sebelum dan sesudah penambahan HSO
-          Aquadest ditambahkan lagi sampai 50ml
2.       Prosedur Penimbangan
-          Gelas arloji ditimbang dengan timbangan analitik
-          MgO padat dimasukkan kedalam gelas arloji tersebut dan timbang sampai 1gram
3.       Prosedur Penyaringan
-          MgO yang sudah ditimbang dimasukkan kedalam tabung reaksi
-          HSO hasil pengenceran tadi dimasukkan kedalam tabung reaksi berisi MgO
-          Endapan yang terbentuk kemudian diamati
-          Kertas saring dilipat menjadi seperempat lingkaran, lipat lagi menjadi 2-3 lipatan
-          Kertas saring yang sudah dilipat dimasukkan kedalam corong dan dibasahi sedikit dengan aquadest hingga melekat pada dinding corong
-          Corong yang sudah dilapisi kertas saring dimasukkan kedalam erlenmeyer
-          Larutan yang akan disaring dituang kedalam corong dengan batang pengaduk agar tidak tumpah
-          Endapan yang dihasilkan dikeringkan (dimasukkan kedalam oven)
-          Kertas saring yang sudah kering ditimbang kembali
V.   Hasil Pengamatan
1.       Pengenceran HSO
Perubahan panas yang terjadi
T = 20°C
Konsentrasi HSO hasil pengenceran
ρ : 1liter      = 1,84 kg
      1000 ml = 1840 g
      1ml         = 0,184
      5ml         = 0,92
      ρ               = 0,92
V. N     = V. N
5 . 0,182 = 50 . N
       N     = 0,0182 M
2.       Penimbangan
Kertas saring = 0,9200 gram
MgO               = 1 gram
3.       Penyaringan
Kertas saring yang mengandung endapan = 1,1585 gram
4.       Endapan yang dihasilkan
Kertas saring yang mengandung endapan = 1,1585 gram
Kertas saring mula-mula                                = 0,9200 gram
                                                                                       0.2385 gram
VI. Pembahasan
      Dari hasil praktikum ini, praktikan dapat mengetahui alat kimia yang tidak boleh digunakan untuk mereaksikan zat, seperti gelas ukur dan gelas piala, alat kimia yang boleh digunakan untuk pemanasan seperti erlenmeyer dan gelas piala, lemari asam tidak boleh dipergunakan utnuk menyimpan zat. Untuk proses pengenceran, pengambilan HSO dilakukan didalam lemari asam dengan menggunakan masker dan sarung tangan, untuk proses penimbangan, skala yang ditunjukkan harus dinolkan agar tidak terjadi kesalahan penimbangan, untuk proses penyaringan, kertas saring yang berisi endapan dikeringkan terlebih dahulu dengan oven sampai kering dan menghasilkan kristal halus MgSO

VII.    Kesimpulan
-          Setiap alat-alat laboraturium memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda
VIII.  Daftar Pustaka
Nurhasni dan Yusraini.2012.Penuntun Praktikum Kimia Dasar 1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
IX.  Lampiran Tugas
1.       Tuliskan reaksi yang terjadi secara lengkap!
2.       Hitung konsentrasi H₂SO₄!
ρ : 1liter      = 1,84 kg
      1000 ml = 1840 g
      1ml         = 0,184
      5ml         = 0,92
      ρ               = 0,92
V. N     = V. N
5 . 0,182 = 50 . N
       N     = 0,0182 M
3.       Amati reaksi yang terjadi saat MgO + H₂SO₄!
-          Terjadi endapan MgSO₄
-          Larutan berwarna putih
-          Tabung reaksi menjadi panas (bersifat eksoterm)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Loading...